Jurnal 1: Identifikasi Masalah

Image
Bismillahirahmannirahiim Hari ini, Kamis 6 Juli 2023 Di rumah sakit Bintang Amin Kamar 6345 Menulis jurnal pertama, mencoba menyemangati diri kembali supaya kembali terhubung dengan komunitas, do some rhing, finish one thing and be happy Be brave, Be real Be you

Jurnal #5 : Kelas Kupu-Kupu Bunda Cekatan Ibu Profesional

Mengingat kembali PETA dan cek progres dengan sistem False selebration? 
Hmmm...
Program ini lanjutan dan kesalahan-kesalahan saya pikir tidak ada, hanya berupa petunjuk-petunjuk baru untuk arah jalan dengan pemandangan yang lebih indah supaya dalam perjalan bisa singgah sebentar, recharge dan lalu melanjutkan perjalanan dengan bahagia. 


My Best Partner to Jannah, begitu namanya kutulis untuk kontaknya di HP untuk suamiku. Berdiskusi dengannya mengenai program sehat mental untuk perempuan semakin seru ketika dikombinasi atau harus diskip karena alasan kesehatan fisik dahulu baru beberapa simptom bisa dinamakan mempengaruhi kesehatan mental seseorang. 

Dalam proses ini saya lebih fokus pada proses menjadi mentee untuk mentor diri saya sendiri dan suami. Hal ini karena kesediaan mentor yang linier dengan pendidikan saya tersedia terbatas dan ketika di lamar ternyata sudah penuh dan tidak menerima mentee. Namun saya tetap punya mentor untuk hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan mental. 

Berawal dengan kondisi Pandemi yang ternyata mengharuskan banyak orang beradaptasi dan kbali menajamkan resiliensi ya dalam pertahanan menjaga kesehatan fisik dan mental. Lebih banyak beraktifitas di rumah ternyata membuat saya melakukan berbagai aktivitas baru yang belum pernah saya lakukan sebelumnya secara konsisten dan profesional. Salah satunya adalah baking dan berkebun. Saya memilih mentor baking dengan pilihan roti dan donat dengan Bunda Maria Ulfa yang ternyata membuka usaha dibidang baking. Alhamdulillah banyak tambahan ilmu dalam menambah skill saya dalam baking untuk dua jenis makanan yang disukai oleh keluarga. Karena untuk membeli di luar prosedur keamanan cukup ketat dan kami berusaha untuk membuat sendiri apa yang kami konsumsi.

Berangkat dari kesepakatan tersebut, memunculkan aktivitas bersama yang ternyata mempengaruhi kesehatan mental. Bagaimana anak-anak tulus memghargai hasil masakan bundanya walaupun belum sempurna. Bagaimana respon dan motivasi suami ketika melihat hasil pertama yang belum sempurna ternyata memunculkan perasaan untuk terus atau berhenti. Bagaimana melakukan kegiatan bersama itu membuat semua yang terlibat lebih memahami satu sama lain dan meningkatkan saling mengerti dan saling menghargai. Keterkaitan itu semua ternyata berpengaruh besar pada kesehatan mental seorang ibu.


Lalu muncullah diskusi keluarga yang kemudian membahas secara detail. Setiap keluarga memiliki kebiasaan yang sama. Namun cara merespon dan kemampuan untuk memahami dan menghargai pada budaya keluarga Indonesia sesungguhnya sangat berpengaruh pada kesehatan mental seorang ibu. Bagaimana terjadinya banyak kasus Depresi pada perempuan yang dimulai dari respon yang belum tepat pada anggota keluarga terdekatnya.  Lalu obrolan kbali dikerucutkan, jika setiap keluarga unik dan punya ciri khasnya maka dalam komunitas biasanya punya tujuan dan value. Maka alangkah baiknya jika intervensi untuk komunitas disesuaikan dengan value komunitas itu sendiri. Seperti kearifan lokal atau dalam psikologi disebut sebagai Psikologi Indegenous. Menariknya ini untuk komunitas dengan fokus pada titik value komunitas. Bukankah seluruh member komunitas dari awal bergabung sudah diikat dengan value komunitas dalam bentuk COC ? Lalu tidak salah jika jenis intervensi untuk memberpun dibuat dan di bakulan dengan tetap memperhatikan COC ? Tentu ini harus terintegrasi dengan berbagai profesi, maka usul untuk asosiasi profesi adalah jembatan awalnya.

Program ini jangka panjang, karena dampaknya akan terus disadari secara perlahan. Batu besar bukan penghalang, namun waspadalah dengan kerikil supaya tidak tersandung sebelum waktunya,. Begitulah pesan indahnya. 

Big Thank for my best partner to Jannah.
Yuk gandeng tanganku
Dan kita melangkah lagi
Sebagai pembuktian resiliensi masa pandemi. Bismillah


#ElsyHidayat
#Jurnal5
#BunCek
#Ibu Profesional

Comments

Popular posts from this blog

Jurnal 1: Identifikasi Masalah

(10) Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng

Jurnal 16 : Peran sebagai Speaker HCVC dan Aliran Rasa