Posts

Showing posts from March, 2019

Jurnal 1: Identifikasi Masalah

Image
Bismillahirahmannirahiim Hari ini, Kamis 6 Juli 2023 Di rumah sakit Bintang Amin Kamar 6345 Menulis jurnal pertama, mencoba menyemangati diri kembali supaya kembali terhubung dengan komunitas, do some rhing, finish one thing and be happy Be brave, Be real Be you

Jurnal Fasil Level 6: Menstimulasi Kecerdasan Matematis

Ternyata matematis logis itu sangat dekat dengan semua lini kehidupan yah bind, bahkan saat kita mengambil keputusanpun, tanpa sadar kita memakai peluang dengan sistem logis matematis . Begitulah kurang lebih komentar mahasiswi setelah diskusi review level 6 di kelas WAG. Mereka masih terus mencari-cari arti kata yang saya sampaikan ke mereka : "Matematis logis itu bukan hanya sekedar angka, cobalah cari mengapa Matematik dan bahasa itu disebut ibu kecerdasan?" "contohnya mba?" " kalau kita nyalip kendaraan nih bund, kan kita ada hitungan peluang masuk atau gak. Trus disitu juga ada kecerdasan visual spasial yang mendukungnya. Jd ada dua kecerdasan saat menyalip itu, kecerdasan matematik dan visual spasial " " Sy jd makin sadar diri juga, ternyata kelemahan di matematika ngaruh bgt ke yg lainnya. Di usia dewasa gini belum terlambat u/ melatih lagi ya bun?!" Hahahahaa.. 😂😂 Unik yah, dan juga lucu.. "Jadi sampai...

Jurnal Fasil Level 5: Menstimulasi Anak Suka Membaca

Pohon Literasiku Pada Level 5 ini saya selaku fasillitator malah ingat pohon literasiku sendiri😂, yang di tinggal karena melanjutkan study dikota lain. Mungkin sudah rimbun, tapi rimbun dengan judul-judul komik anak-anak. Mahasiswi BunSay Pra Nikah 1 di level ini terlihat semangat dengan pohon literasinya, mereka fokus ke berbagai bentuk pohon yang unik, bedanya dengan saya dulu, saya membuat sendiri dengan bahan karyon warna warni dan ditempel didinding. Sementara untuk mahasiswi Pra Nikah 1, mereka membuatnya dengan berbagai aplikasi di android. Iya dunia begitu cepat berubah, itulah mengapa kitapun harus berubah, jika tidak maka akan kalah. Tidak begitu banyak kendala di level 5 ini karena para mahasiswi sebagian besar juga sebagai mahasiswa, guru dan tenaga pendidik lainnya bahkan ada yang memang hobinya menulis dan mulai membuat buku antologi atau buku solonya. Oleh karena itu tidak begitu berat tentunya mereka memenuhi tantangan membaca di level 5 ini. Sudah menjad...

Jurnal Fasil Level 4 : Mengenali Gaya Belajar Anak

Mantabsss.. 😍😍 Heboh dikelas Pra Nikah hanya dengan judul : Mengenal Gaya Belajar Anak. Hahahahahahaha😅😂😍 Heboh mencari anak siapa yang akan mereka observasi, karena menurut mereka mengenal gaya belajar sendiri lebih sulit dibanding mengenal gaya belajar orang lain.. Laaaahh 😅😅 Ada juga yang berkomentar di materi level 4 ini dengan kalimat : "berbinar-binar"😘😍 Layaknya fenomena seru, ada yang kekiri, kekanan, atas, bawah dan diam ditempat dengan terpana. Semakin terasa sepertinya materi untuk kelas pranikah memang harus dibedakan. Menurut saya pribadi sih berdasarkan observasi kelas. " Wah Enak kalian yah bisa mengobservasi diri sendiri, ini si Kun suka ngambek dan emaknya akhirnya Bete" ini komentar single mom yang belajar di kelas pra nikah 😆 Lalu di balas berjamaah oleh mahasiswi lainnya.. " looh mba, menurutku malah kebalikannya ...

Jurnal Fasillitator Level 3 : Family Project

" My Family my Team !" Memasuki level 3 sudah mulai proses seleksi alam, banyak peserta yang sedari awal semangat sudah mulai berkurang intensitasnya dikelas dan atau di peer group mereka. Menurut saya pribadi sebagai Fasil mereka, saya memahami itu dan mulai membaca gejalanya. Mengapa? Yah, karena saya sudah mengalaminya. Menjaga konsistensi diri pada level 3 ini adalah penentu awal energi kita untuk selanjutnya. Tersenyum.. Kembali tersenyum.. Ada 2 fakta yang saya temukan pada mahasiswi di level ini: 1. Ada sebagian yang mulai menampakkan tanda-tanda jenuh dengan jarang hadir dikelas saat diskusi, review atau sekedar mengisi daftar hadir, padahal ketuka di cek info group mereka online 😅 2. Materinya menurut mereka membingungkan, karena ada sebagian mahasiswi menyampaikan bahwa mereka bingung dan harus meraba-raba bahkan menerka-nerka sesuatu yang mereka belum menjalaninya. " Family project Bun..? Laahh, saya kan belum nikah.. " "Buundd.....