Apa yang bisa tetap dibagikan dan tetap diterapkan dalam situasi ini ?
Dimana sesungguhnya konselling dengan sasaran kognitif sangat diperlukan dalam masyarakat saat ini. Saat wabah Corona sudah dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO dengan kehadiran makhluk mutasi dari Corona bernama Covid 19.
Saya memutuskan membantu tugas suami sebagai garda terdepan (Dokter) untuk menghadapi situasi ini dengan ikut dalam tindakan PRENVENTIF.
Bagaimana orang-orang yang saya kenal dan orang-orang yang saya temui tidak menjadi pasien dengan posisi ODP ataupun PDP, sehingga mengurangi rsiko suami saya kontak dan menangani pasien Covid 19 ini.
Bismillah sebelum keberangkatan pulang ke Bandar Lampung menyempatkan diri mengedukasi RW 09 Buasaran dengan memberdayakan para Kader untuk mendapatkan pengarahan dan edukasi mengenai Corona, pencegahan dan edukasi memutus mata rantai penyebaran.
Dimulai dengan kader lansia,
Memberikan psikoedukasi bagaimana menurunkan tingkat kecemasan dalam situasi ini dengan melakukan relaksasi nafas. Karena kecemasan terus menerus akan menurunkan sistem imun, sementara untuk melawan virus dibutuhkan sistem imun yang prima..
Mengapa lansia ? Karena resiko tertinggi komplikasi terpaparnya Covid 19 ini dengan angka kematian yang tinggi adalah pada lansia..
Tetap sehat,
Tetap berbagi,
Tetap melakukan sesuatu,
Tetap bahagia
Biiznillah..
Comments
Post a Comment