Jurnal 1: Identifikasi Masalah

Image
Bismillahirahmannirahiim Hari ini, Kamis 6 Juli 2023 Di rumah sakit Bintang Amin Kamar 6345 Menulis jurnal pertama, mencoba menyemangati diri kembali supaya kembali terhubung dengan komunitas, do some rhing, finish one thing and be happy Be brave, Be real Be you

Jurnal Leader Level 7 BunSay IIP : KONSEP DIRI

"Siapakah saya ?"

Apakah kita bisa menjawab pertanyaan ini ?, jika jawabannya iya maka perhatikanlah jawaban yang anda buat, karena itu bisa menggambarkan tentang 'kosep diri' individu.

Konsep diri adalah sekumpulan materi atau cara kita mempersepsikan diri kita dan membentuk sebuah skema tentang diri kita dalam 3 dimensi waktu: diri kita dimasa lalu, dimasa sekarang dan dimasa yang akan datang. 

Konsep diri sudah mulai terbentuk sejak anak sudah menerima berbagai stimulasi dari panca indranya dan meresponnya kembali untuk menerima lebih banyak stimulasi dari lingkungan, ini biasanya dimulai dari usia 2 sampai 3 bulan. Maka semenjak usia 5 tahun anak cenderung memiliki konsep diri yang sangat tergantung dari lingkungan sosialnya. Misalnya perilaku sosial yang membedakan sikap seorang anak laki-laki dan anak perempuan yang akan mereka adopsi sampai mereka dewasa meskipun tidak semua konsep mereka bawa secara seutuhnya.

Beberapa komponen konsep diri adalah sebagai berikut :

1. Gambaran diri/ self Image
2. Harga diri / Self Esteem
3. Diri Ideal / Ideal Self

Terbentuknya gambaran diri seseorang dapat dipengaruhi banyak faktor, misalnya pengaruh dari orang tua, teman, media, dan lain-lain. Kuhn (1960) .

Kongruensi dan inkongruensi adalah dua hal yang berperan dalam kesehatan mental seseorang, dimana jika terjadinya kongruensi antara diri ideal dan diri nyata pada individu tersebut, maka dia bisa mencapai tingkat aktualisasi dirinya dengan baik. Namun jika yang terjadi adalah inkongruensi, maka individu akan mengalami ketidak-seimbangan pada tahap aktualisasi diri dan memicu hubungan dengan lingkungan sosial yang rentan konflik.

Inkongruensi bisa menyebabkan konflik intrapersonal dan konflik interpersonal. Salah satu atau kedua hal tersebut bisa saja menimbulkan Konflik dan pada akhirnya akan mempengaruhi cara individu menilai dirinya, menilai orang lain dan puncaknya akan mempengaruhi harga diri individu, lalu diadopsi secara Intrapersonal dan atau secara interpersonal.

Jika hal ini terjadi, ada baiknya kita kembali membentuk konsep diri anak. Melatih dan membimbingnya mengenali diri sendiri dan menyadari potensinya, serta  peran sosialnya. Hal ini akan membantu anak untuk mendeteksi dirinya mencangkup diri di masa lalu, masa kini dan masa depan. Hal inilah yang akan membentuk konsep diri positif secara utuh, hingga tercapailah kongruensi, dimana ketika ada keseimbangan searah (kongruensi) pada diri individu, maka hal tersebut akan mampu memicu potensi individu untuk di maksimalkan dan keadaan maksimal tersebut akan memberikan posisi individu mampu mencapai diri ideal yang maksimal secara Intrapersonal dan Interpersonal yang banyak berperan sebagai lingkungan sosialnya.

#JurnalLeader
#Level7
#BunSayIIP
#ElsyHidayat

Comments

Popular posts from this blog

Jurnal 1: Identifikasi Masalah

(10) Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng

Jurnal 16 : Peran sebagai Speaker HCVC dan Aliran Rasa