(17) Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng
- Get link
- X
- Other Apps
Ini Minggu,
Artinya Quality Family Time
Dan diselipkan diwaktu menjelang penutupan hari untuk Me time yah Bunda 🤗. Sekedar minum coklat panas dan semangkok besar mie instan dengan potongan cabe rawit, itu mungkin bisa menjadi alternatif energi booster untuk aktivitas dannrutinitas esok hari 😁.
Merangkum kebersamaan selama 17 hari di blog ini, menjadikan moment yang mengalirkan rasa untuk satu catatan tema: Membangun karakter anak melalui dongeng. Bahwa mendongeng adalak kegiatan sederhana yang sungguh kaya manfaat, baik untuk anak, untuk orang tua serta untuk kelekatan hubungan timbal balik keduanya.
Mari kita rangkum beberapa manfaat mendongeng :
1. Mempengaruhi Perkembangan Kognitif anak.
Kisah dongeng banyak mengandung informasi, dari informasi tersebut anak secara tidak langsung belajar memahami informasi, korelasi sebab akibat dan belajar menganalisa. Dengan rangkaian proses tersebut pemikiran anak akan terus bertumbuh dan menstimulasi anak untuk berfikir kritis dan meningkatkan kecerdasan anak.
2. Membangun Karakter
kegiatan mendongeng bisa kita selipkan ajaran norma-norma yang ingin kita tanamkan dalam proses pembentukan karakter yang kita inginkan ada pada anak, seperti norma sosial, agama dan sopan santun. Tentu saja proses ini akan lebih cepat berpengaruh jika didalam dongeng kiya menceritakan hal-hal yang tidak sepenuhnya teori, tapi berdiskusi dan melibatkan pendapat anak tentang apa yang sebaiknya dia lakukan jika menghadapi situasi yang kita hadirkan di dongeng, lalu ajarkan secara langsung bagaimana melakukannya.
3. Menstimulasi Imajinasi
Imajinasi yang diarahkan positif akan mampu membantu anak dalam kehidupan sosialnya dalam sepanjang hidup sang anak. Karena imajinasi positif akan membentuk anak memilih pergaulan secara positif, meningkatkan kemampuan sosialisasi dan kemampuan adaptasi.
4. Solusi Literasi dan Kecerdasan Verbal
Ketertarikan anak akan sebuah cerita dongeng yang kita sampaikan akan menstimulasinya unyuk mencari tahu dan akhirnya menarik anak untuk membaca buku. Pengenalan akan kegiatan literasi sejak awal dengan cara menyenangkan akan membentuk kebiasaan baik pada anak dan meningkatkan kegiatan literasi secara umum. Ketika anak banyak mendengar dan tertarik membaca, akan semakin banyak kosa kata yang diketahui anak, hal ini akan mestimulasi kecerdasan verbal linguistik anak menjadi lebih baik. Dan seluruh rangkaian ini akan mempengaruhi kecerdasan anak pada akhirnya.
🏵 Hari ke 17 🏵
Buaya
Pada suatu hari ditepi hutan yang subur ada tiga ekor Sapi, mereka adalah Sapi betina, Sapi jantan dan anak mereka seekor Sapi yang baru beranjak remaja.
Tampak pemandangan tepi hutan yang indah dan rumput yang hijau tumbuh subur membuat mereka gembira. Terlihat anak Sapi berlarian kesana kemari.
"Bu saya mau jalan ke tepi sungai"
"Boleh tapi jangan jauh-jauh ya!" jawab Ibu Sapi
"iya Bu . . !"
Sapi muda itu pun berjalan pergi ketepi sungai, ia melihat banyak hewan-hewan kecil di sekitar sungai. Hatinya senang saat melihat katak berloncatan kian kemari.
Dongeng kancil
Tak terasa ia pun sudah jauh meninggalkan tempat kedua orang tuanya.
"Toolooong . . .!" tiba-tiba si Sapi muda mendengar suara merintih minta tolong. Aih, ternyata didepan sana ada seekor Buaya sedang tertindih batang pohon yang patah.
"Tolong, tolong lah aku . . ." rintih siBuaya dengan suara sangat memelas.
"Kau ini kenapa Buaya" tanya Sapi sambil mendekat
"Aduh Sapi yang baik, sudah dua hari aku tertindih kayu besar ini"
"Siapakah yang menindihmu dengan batang kayu besar ini Buaya" Tanya Sapi lagi.
"gara-gara gempa bumi dua hari yang lalau. dan sekarang tolong lah aku Sapi yang baik" Jawab si Buaya
"Ah, aku rasa aku tidak akan bisa menolong mu" Kata Sapi
"Lho, kenapa? kau pasti kuat mendorong kayu yang menindihku ini."
"Kuat sih kuat Buaya, tapi. . . . .!!"
"Tapi kenapa Sapi?"
Anak Sapi itu teringat pesan-pesan dari ibunya bahwa bangsa Buaya tidak bisa dipercaya, mereka mempunyai sifat licik sekali dan suka makan daging hewan lainnya.
"Tidak Buaya, aku ingat pesan Ibuku dan aku tidak mau menolong mu Buaya" Kata Sapi."Kalau kau ku tolong nanti jangan-jangan kau akan memangsaku Buaya. ."
"Jangan kuatir Sapi, aku tidak akan melukai mu."
"Tidak Buaya . .! Aku tidak bisa mempercayaimu."
"Oh, Sapi yang baik. Apakah kau tidak kasihan kepadaku, sudah dua hari aku tersiksa begini, tak bisa makan tak bisa minum, dan dada aku pun terasa sangat sesak Sapi" rayu si Buaya.
"Tapi kau binatang jahat Buaya"
"Oh Sapi yang baik, itu kan dulu. Dan setelah tertindih kayu begini sekarang aku sadar bahwa aku memerlukan hewan lain, maka sekarang ini aku sudah bertobat, tolonglah aku Sapi, huk..huk..huk. . ." Rayu Buaya sambil mengeluarkan air mata.
Sapi muda itu pun mulai terpengaruh oleh rayuan Buaya, dan lama-lama Sapi pun merasa kasihan juga terhadap Buaya.
"Baiklah Buaya, aku akan menolongmu, tapi kau harus janji Buaya, nanti setelah aku tolong kau jangan memakan atau mencelakakan aku Buaya"
"Iya aku janji Sapi, percayalah" jawab Buaya.
Lalu Sapi muda pun berusaha menolong Buaya dengan mendorong kayu sekuat tenaga, dan akhirnya plong! Buaya terlepas dari tindihan batang kayu. Tapi....astaga! begitu Buaya sudah bebas dan terlepas dari tindihan kayu Buaya itu langsung meloncat ke punggung Sapi dan menerkam punuk si Sapi.
"Aduuhh..!" pekik Sapi kesakitan. "kenapa kau menggigit punukku Buaya?"
"Lho, aku kan sudah minta tolong kepadamu Sapi, bahwa aku tertindih kayu selama dua hari, tidak makan dan tidak minum. Sekarang kau harus menolongku agar aku bebas dari rasa haus dan lapar." kata si Buaya.
"Dengan memakan dagingku?" tukas Sapi.
"Betul Sapi, sekaligus meminum darahmu."
"Dasar Buaya licik, tidak tahu balas budi!"
"Sudahlah Sapi muda yang bodoh!" sergah Buaya."kau terima saja nasibmu."
"Tidak Buaya, ini tidak adil" teriak Sapi.
"Lho, ini sudah hukum rimba Sapi, Siapa yang kuat dialah yang menang"
"Tidak Buaya, aku tidak bisa terima." tukas Sapi.
"Kau bisa bertanya pada makhluk yang lain, boleh hewan ataupun benda apa saja, pasti mereka akan membenarkanku" Sahut Buaya.
"Ya, aku akan meminta keadilan pada yang lain" kata Sapi.
Datang pertolongan kancil ditunjuk sebagai hakim
Dan kebetulan saat itu ada tikar lapuk hanyut di sungai. Sapi menceritakan kejadian yang menimpanya dan meminta pendapat tikar lapuk. Apa jawabannya?
"Itu sudah benar, terimalah nasibmu. Aku juga mengalaminya, ketika aku masih dalam keadaan baru aku di pakai, jika aku kotor aku dibersihkan tapi setelah ku lapuk dan banyak yang bolong aku dibuang begitu saja kesungai" jawab Tikar lapuk.
"Nah, benarkan kataku Sapi" sahut Buaya.
"Tidak, nah itu ada keranjang hanyut." protes Sapi. Tapi ketika keranjang itu di tanya jawabannya persis seperti tikar
"ketika masih baru da masih utuh aku dipakai, kini setelah rusak aku dibuang begitu saja kesungai"
"Nah, benar'kan?" sahut Buaya.
Tiba-tiba ada seekor bebek betina tua berenang, Sapi dan Buaya pun meminta pendapat bebek.
"Kukira Buaya benar, sebab manusia juga kejam, ketika aku masih muda dan bisa bertelur aku dipelihara, sekarang ketika aku mau disembelih, untungnya aku bisa melarikan diri, jadi tirulah perbuatan manusia, mereka mau enaknya sendiri"
"Hohoho... kau mau mengadu kemana lagi Sapi."
Saat itu kebetulan kancil lewat didepan Buaya dan Sapi. Kali ini Buaya yang meminta pendapat kancil. Buaya juga yakin kalau kancil juga akan membenarkan pendiriannya.
"Kalau aku diminta menjadi hakim, aku harus tahu awal kejadiannya." kata kancil."Apakah kalian keberatan jika mengulang awal kejadian yang kalian alamai?"
"Tidak! aku tidak keberatan." sahut Buaya.
Maka dilakukanlah pengulangan itu. Buaya kembali ketempatnya semula dan Sapi mengembalikan kayu yang semula menindih Buaya kepunggung Buaya.
"Benarkah kejadiannya seperti ini?" tanya kancil
"Benar!" jawab Sapi dan Buaya bersamaan
"lalu Buaya memanggilku agar aku mau menolongnya" sahut Sapi
Kancil mendekati Sapi dan berbisik kepada Sapi "Ayo Sapi kita tinggalkan saja Buaya jahat ini. Tidak usah kau tolong"
Sapi baru sadar inilah kesempatan baginya lolos dari bahaya maut. Tanpa basa basi lagi Sapi mengikuti arah lari kancil yang sudah meloncat lri lebih dulu.
"Hei..... tunggu.... ! Jangan pergi dulu.... !" teriak Buaya. Tapi Sapi dan kancil tidak menghiraukannya.
Jangan lupa ajak anak untu membuat kesimpulan yah Bunda 🤗🤗
Semangat mendongeng..
Salam ibu Profesional.
Sumber dongeng : https://guruceritaku.blogspot.com/2017/03/kancil-hakim-yang-cerdik-cerita-fabel.html?m=1
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment