Jurnal 1: Identifikasi Masalah

Image
Bismillahirahmannirahiim Hari ini, Kamis 6 Juli 2023 Di rumah sakit Bintang Amin Kamar 6345 Menulis jurnal pertama, mencoba menyemangati diri kembali supaya kembali terhubung dengan komunitas, do some rhing, finish one thing and be happy Be brave, Be real Be you

Ajak Banyak Bermain, Anak akan pintar Matematis Logis

" Hal terpenting bagi kita adalah menyadari dan mengembangkan semua ragam kecerdasan manusia dan kombinasi-kombinasinya. Kita berbeda karena memiliki kombinasi kecerdasan yang berlainan. Apabila menyadari hal ini, setidaknya kita lebih punya peluang menangani berbagai masalah yang kita hadapi di dunia ini dengan baik " (Howard Gardner, 1987).

Salam Ibu Profesional,

Kali ini kita mengupas stimulasi salah satu jenis kecerdasan diantara banyak kecerdasan yang lain, yang insyaAllah akan kita kupas secara berkala. Hayuk Bunda, Mari kita belajar bersama dengan bahagia...

Pertama,
mari kita mengenal definisi kecerdasan matematis logis: Kecerdasan matematis logis adalah kemampuan menggunakan angka dengan baik, dan melakukan penalaran dengan benar. Kecerdasan ini meliputi kepekaan pada pola dan hubungan logis pernyataan dan dalil (jika-maka, sebab-akibat), fungsi logis dan abstraksi-abstraksi lainnya.

Apa sih sebenarnya stimulasi itu ?
Menurut KBBI stimulasi adalah: dorongan, rangsangan. Maka menstimulasi diartikan sebagai: mendorong atau menggiatkan. Ketika kata stimulasi kita kaitkan dengan salah satu kecerdasan anak, maka menstimulasi kecerdasan matematis logis anak bisa kita definisikan sebagai :  seluruh kegiatan yang mampu menjadi pendorong/ perangsang untuk anak mengoptimalkan kemampuannya dan kecerdasan matematis logisnya yang bertujuan untuk pencapaian perkembangan anak sesuai usianya.

Untuk proses stimulasi kecerdasan matematis logis ini sendiri kita bisa menggunakan beberapa hal, seperti: kategorisasi, klasifikasi, pengambilan kesimpulan, generalisasi, penghitungan dan pengujian hipotesis.

Dan mari kita ciptakan permainan sebagai cara seru untuk menstimulasi kecerdasan matematis logis pada anak.

Permainan untuk anak BALITA.

Persiapan :
@Pelajari dan kuasai terlebih dahulu tentang anggota tubuh dari buku atau refrensi lainnya.
@dekatkan buku atau refrensi tentang perkembangan anggota tubuh, ambil jika diperlukan untuk menjawab pertanyaan ananda.
@ pastikan anak sudah bisa memahami instruksi (bahasa ibu)
@ Lakukan diruangan nyaman, menggunakan alas tubuh atau matras
@ Lakukan dengan Bahagia supaya anak bisa menerima vibrasi bahagia orang tuanya.

Media :
Sebagaimana yang kita ketahui dan sepakati bersama, bahwa media terbaik untuk menstimulasi anak terutama untuk anak BALITA adalah dengan menggunakan tubuh kedua orang tuanya. Jadi, medianya tubuh Bunda atau Ayah yah.. 

Durasi :
Karena ini konsep permainan, maka bersiaplah durasi terbaik yang bisa anda persembahkan untuk anak. Semakin seru dan bahagia, maka anak akan meminta durasi yang panjang.

Aturan permainan :
Orang tua memegang instruksi
Instruksi disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak
Dalam setiap instruksi bisa berurutan atau tidak, tapi konten instruksi diharapkan tentang konsep matematis logis berupa: perhitungan matematis, berfikir logis, nalar, pemecahan masalah, alternatif solusi dan hubungan sebab akibat.

Cara Bermain :
A. Pembukaan
Anak-anak membutuhkan rasa penasaran sebagai permulaan yang efektif, maka ada baiknya permainan dibuka dengan memancing rasa ingin tahu anak.

" Hayoo.. Sekarang kita bermain seru yuukks, judulnya Raksasa dan Anaknya "

" Ada yang mau tau gak sih, mengapa Tubuh bunda bisa besaaaaaarrrrr ?"

" eh, lihaaaaaatttt ... Tangan Bunda hari ini semakin besaaarrrr "

Lakukan instruksi pertama dengan nada riang gembira, intonasi menarik dan ekspresi yang akan membuat anak penasaran. Ketika mereka mendekati maka permainan bisa kita mulai.

Inti permainan :
1. Mengenali anggota tubuh
Fungsi : Kemampuan Defini anak
               Kemampuan mendefinisikan sesuatu akan merangsang dan menimbulkan serta meningkatkan kemampuan setelahnya, yaitu kemampuan analisa.

"Ini tangan Bundaaa.. Tangan Adik manaaaa..?"

"Ini kaki Bundaaa.. Kaki adek yang mana yaaaah"

"Ini Mata Bundaaaa.. Bisa kedip-kedip lohh.. Melotot juga bisaa.. Haaaahhh  😨"

"Eh lihat hidung Bunda 👃, lubangnya ada 2, bisa masuk telunjuk bunda loh, eh coba klo pake jari adek bisa masuk jari mana yaaa... Hihihihihi😂 "

" Telinga Bunda punda daun loohh👂 tuing..tuingg,, yang ini sebelah kanan, eh telinga kita ada berapa yah ?"

Instruksi awal bisa disesuaikan dengan situasi bunda sendiri dan antusiasme anak. Sedangkan posisi bisa dilakukan berbaring, berhadapan, berpangku atau berpelukan. Akan lebih baik dilakukan dengan semua kombinasi posisi tersebut, akan lebih meningkatkan bonding bunda dengan anak sekaligus menstimulasi sensorinya.

2. Membandingan anggota tubuh
Fungsi : Kemampuan Analisa

" Ini Tangan Bunda, diatasnya ada tangan adik, besar mana yah..?

" Eehhh, Kaki Adik ilang, (sambil menutupi kaki adik dengan kaki Bunda), kok kaki adik ga kelihatan yah, kenapa yah..?"

" Mata bunda segini ukurannya, (sambil memperlihatkan ukuran mata kita menggunakan telunjuk), yuuk kita ukur mata adik sama gak yaahh "

" Hidung Bunda sama gak besarnya sama hidung adik? Sini bunda ciuuuummm "

" eeehh telinga Bunda bisa di jewer gak yah..? Bisa ditarik gak yah,, enak narik telinga Bunda apa narik telinga afik yah..?"

Permainan tahap kedua ini fungsinya untuk memberikan informasi tentang ukuran yang berbeda pada anak, bahwa tangan bunda lebih besar dari tangan adik. Konsep besar dan kecil, lebih besar atau lebih kecil sedang kita perkenalkan dengan anak dengan cara yang menyenangkan. Pemahaman tentang konsep besar dan kecil adalah dasar dari kecerdasan matematis logis.

3. Mencari tahu mengapa ukuran anggota  tubuh bunda berbeda dengan adik.

" Ternyata Tangan Bunda bisa lebih besar dari tangan adik karena Bunda Lahir lebih dulu dari adik, selain itu apa yah nak ? Oh iyaaaaa, makan Bunda lebih banyak dari makan adik.. Hihihihihi.. "

"Hayooo, tadi kita membahas mengapa tangan bunda lebih besar. Nah sekarang menurut adik, mengapa kaki bunda bisa lebih besar dari kaki adik "

"Hayook, sekarang kita cari tahu mengapa anggota tubuh bisa membesar yukks "

Sessi ke tiga dari permainan ini berfungsi untuk menstimulasi kemampuan untuk mengolah alur pemikiran yang panjang sebagai salah satu karakteristik kecerdasan matematis logis anak.

4. Mencari Tahu hal apa saja yang bisa adik lakukan jika anggota tubuh adik ukurannya sama dengan Bunda.

Sessi ke 4 permainan ini berfungsi sebagai pengenalan konsep-konsep yang bersifat hubungan sebab akibat sebagai karakteristik dari kecerdasan matematis logis ananda.

" Jadi dari buku yang kita baca tadi yah dik, menurut adik mengapa yah tangan dan kaki bunda bisa lebih besar..?"

"Nahhh, adik pinter. Jadi, kalau adik ingin tumbuh sehat, tinggi dan besar seperti bunda, adik harus bagaimana yah..? Makan yang banyak, olah raga daaaannn.... "

Ketika anak mampu mengulang kesimpulan yang kita utarakan sebelumnya, maka secara tidak langsung Bunda sedang menstimulasi ananda untyk mengasah keterampilan pemecahan masalah secara logis sebagai pemenuhan salah satu karakteristik dari komponen kecerdasan matematis logis.

5. Menyimpulkan sebab akibat ukuran anggota tubuh.

Pada permainan sessi 5 akan menstimulasi pemahamana ananda tentang pola-pola dan hubungan-hubungan sebagai penunjang kecerdasan matematis logis ananda.

" Jadi adik yang pinter sekarang jadi tau dong mengapa Bunda selalu memberikan susu untuk adik ?"

" Menurut adik sekarang Banyak makan nasi dan sayur itu sehat tidak? Bisa buat tumbuh tinggi tidak "

" Naaahhh... Bunda jadi penasaran, gimana yah caranya biar adik bisa tumbuh tinggggiiiiiii dan besaaaaaarrr seperti Bunda..? hayok berdiri kita ukur dari sekarang yukkk... " .

Nah Bunda,
Rangkaian permainan sederhana diatas bisa menjadi sarana sebagai stimulasi kecerdasan matematis logis ananda, yang kita mulai dari komponen-komponen dasar sebagai karakteristik kecerdasan matematis logus itu sendiri. Jadi kecerdasan matematis logis itu bukan hanya deret angka yah Bund, tapi banyak komponen dan karakteristiknya, diantaranya meliputi komponen dasar sbb :

1. Kepekaan terhadap pola logis, nomeris,  dan pengolahan alur pemikiran yang panjang.

2. Mengenal konsep yang berhubungan dengan sebab akibat.

3. Menunjukan keterampilan dalam pemecahan masalah secara logis

4. Memahami pola-pola dan hubungan-hubungan.

Lalu, mengapa matematika harus disandingkan dengan logika? Karena dasar logika yang benar dan salah dibangun atas dasar dan kerangka argumen, validitas, bukti, definisi dan konsistensi (Aristoteles). Sebagaimana contohnya Newton berhasil membuka rahasia alam melalui pengungkapan masalah, hipotesis, pengamatan, penafsiran, penarikan kesimpulan lalu berakhir dengan munculnya perinsip kerja yang dipercantik dengan logika dan lahirlah 3 hukum Newton yang mengubah dunia.

Maka menjadi tugas kita bersama sebagai orang tua untuk terus menstimulasi anak dengan perspektif yang luas terhadap kecerdasan, agar semua stimulasi kecerdasan dapat menjadi konsep yang bersifat fungsional dan dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari dengan berbagai cara yang menyenangkan tentunya, menyenangkan untuk anak dan orang tua dan kian melekatkan bonding diantara keluarga. Teruslah berbahagia, dan bersemangatlah memupuk para pemimpin bangsa yah Bunda..

Salam Ibu Profesional 💖

#ElsyHidayat
#JurnalLeaderLevel6
#StimulasiAnak
#KecerdasanMatematisLogis

Daftar Pustaka:

Thomas Amstrong, Sekolah Para Juara, Bandung, Mizan Utama, 2002.

Munif Chatib,  Sekolah Anak-anak Juara, Bandung, Mizan, 2012.

Goerge S. Morrison, Pendidikan Anak Usia Dini Saat Ini, Yogyakarta, Pustaka Belajar, 2016.

Comments

Popular posts from this blog

Jurnal 1: Identifikasi Masalah

(10) Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng

Jurnal 16 : Peran sebagai Speaker HCVC dan Aliran Rasa