Jurnal 1: Identifikasi Masalah

Image
Bismillahirahmannirahiim Hari ini, Kamis 6 Juli 2023 Di rumah sakit Bintang Amin Kamar 6345 Menulis jurnal pertama, mencoba menyemangati diri kembali supaya kembali terhubung dengan komunitas, do some rhing, finish one thing and be happy Be brave, Be real Be you

Jurnal Leader Level 5

" Ajaib, Anak Usia Dini Mampu Membaca dengan Stimulasi Bermain"

Pada periode 4 tahun pertama usia anak akan banyak sekali kemajuan yang akan dicapai olehnya dalam masa tumbuh kembang, secara motorik, sosial dan kognitif. Kemampuan anak akan semakin baik dan terus bertambah ketika diberikan beragam stimulasi terutama melului berbagai permainan yang dilakukan bersama orang tuanya. Bahasa sebagai pernyataan utama untuk sebuah komunikasi supaya dapat berjalan dengan baik, itulah sebabnya bahasa merupakan hal yang terpenting pada periode ini. Pada usia 4 tahun anak sudah mampu menjadi pasangan aktif dalam berkomunikasi karena sudah mampu mengerti dan mampu terlibat dalam jadwal rutin kehidupan keluarga sehari-hari. Kemampuan bahasa dapat dilihat dari jumlah suku kata, sedangkan jumlah suku kata dapat berkembang baik dengan membaca. Menurut hasil penelitian dalam rentang usia 4 tahun pertama anak  mempunyai kekayaan bahasa mencapai 1.500 kata.

Tahukah anda, bahkan bayi berusia 1 bulan dapat dengan mudah membedakan antara bunyi yang sama dengan fonem yang berbeda dan relevan dengan bahasanya. Namun, dibutuhkan waktu bertahun-tahun bagi anak untuk mempelajarai bagaimana fonem dapat digabung untuk membentuk kata (Atkinson, et all, 1991).

Pada mulanya kemampuan bahasa pada anak usia dini lebih bersifat egosentris, yaitu bentuk bahasa yang lebih menonjolkan diri sendiri, berkisar pada apa yang dia sukai, tentang keluarga serta semua barang yang dia miliki. Pada akhir masa anak-anaklah bahasa mereka akan berkembang pada tahap selanjutnya, yaitu menjadi bahasa yang bersifat sosial yang berfungsi untuk menjalin komunikasi antar sesama, mendapatkan informasi dan memberikan pengaruh timbal balik diantara satu sama lain. Inilah yang menjadi dasar penyatuan anata bahasa dan fikiran anak yang pada akhirnya akan berperan penting dalam perkembangan kognitif anak kita.

Stimulasi membaca pada anak sesungguhnya bisa dilakukan dengan berbagai cara yang menyenangkan untuk anak dan orang tua, khususnya stimulasi anak prasekolah. Karena menurut teori perkembangan kesiapan anak mengenal simbol adalah di usia sekolah atau memasuki 7 tahun, barulah kognitif anak dianggap siap untuk mengenal simbol, termasuk huruf dan angka.

Membaca termasuk salah satu modal belajar untuk setiap anak, oleh sebab itu membaca disebut sebagai kemampuan dasar terpenting sebagai media belajar utama anak kita. Mungkin inilah yang menjadi dasar banyak orang tua yang ingin menstimulasi anaknya membaca sejak dini. Mengenai kapan sebaiknya anak mulai di ajarkan membaca saat ini terus menjadi sebuah perdebatan yang panjang. Menurut hemat saya secara pribadi kapan sebaiknya kita sebagai orang tua menstimulasi anak membaca ? Semua kembali ke diri kita masing-masing. Karena kitalah yang paling tahu kebutuhan, kemampuan dan tujuan serta apa visi misi keluarga kita sehingga kita mampu mengambil keputusan untuk menstimulasi anak sedini mungkin atau mengikuti rentang waktu berdasarkan teori perkembangan yang kita pelajari. Yang terpenting adalah kita tahu pasti tujuan kita dalam setiap keputusan yang kita ambil untuk anak-anak dan keluarga kita, bukan hanya sekedar ikut trend atau kompetisi antar orang tua. Dan Alangkah baiknya jika stimulasi dapat dilakukan secara tepat dan sesuai dengan tahapan perkembangan anak.

Dalam Zero to Hero (2013) di jelaskan bahwa untuk anak pra sekolah stimulasi membaca sudah bisa dimulai sejak anak memasuki usia 3 tahun yang disertai dengan berinterkasi dengan orang dewasa sebagai mentor si anak. Orang dewasa mengenalkan berbagai media literasi dengan cara bermain dengan sang anak. Bisa dimulai dengan orang tua yang membacakan buku untuk anak dengan posisi anak di pangku dan atau saling berhadapan. Disini ditekankan bahwa yang dominan adalah interaksi yang terjadi antara anak fan orang dewasa. Interkasi tersebut dapat berupa kita sebagai orang dewasa memberikan tevakan atau sebuah pentanyaan pada anak dan kita juga yang memberikan jawaban pada anak dengan cara menunjukan gambar atau simbol di dalam buku yang merupakan jawaban dari pertanyaan kita, sehingga anak mampu memahami dan menghafal jawaban ketika kita melakukan interaksi secara berulang terhadap anak.

Perlu kita sepakati bersama bahwa tujuan stimulasi membaca untuk anak usia dini adalah menumbuhkan minat dan ketertarikan anak terhadap buku sebagai sumber ilmu. Jika sudah terlihat adanya reaksi ketertarikan, maka akan mudah melanjutkan pada tahapan berikutnya: yaitu melakukan kegiatan membaca bersama. Kebersamaan ini akan semakin menyenangkan jika orangtua atau orang dewasa sebagai pendamping anak membacakan buku untuk anak dengan cara bermain. Bermain dengan menggunakan berbagai intonasi suara, berbagai gerakan contoh dan sesekali melemparkan tebakan yang mampu dijawab oleh anak dengan menunjuk gambar. Contohnya dengan bertanya: " eehh,, mana sapinya dek? Kok hilang? Hayoo kita cari gambar sapinya ada dihalaman mana..?" dan memberikan reward pada anak ketika berhasil menunjuk gambar sapi, reward bisa berupa ciuman, pelukan dan atau menggelitik bagian tertentu dari tubuh anak. 

Sebagai tahapan berikutnya, ketika ketertarikan anak terhadap buku sudah baik, mau dan antusias ketika mendengarkan cerita, maka kita bisa melanjutkan pada tahapan berikutnya yaitu menstimulasi dan mengenalkan anak dengan kosa kata dengan penggalan-pengalan kata pada cerita yang kita bacakan pada anak. Hal ini secara tidak langsung akan menstimulasi anak untuk mengenal abjad, menghubungkan bentuk dan mengenal bunyi huruf. Sehingga anak akan dengan mudah melanjutkan potongan kata di akhir kalimat yang kita jadikan permainan untuk anak. Contohnya ketika kita membacakan cerita pada anak, kita sengaja menghilangkan sebagian penggalan kata : " Daaann ternyata disebelah bebek datang se ekor saaaa.... (pi)" . Ciptakan suasana seru dan membahagiakan untuk anak sebagai barometer kesuksesan kita mengenalkan pentingnya membaca untuk anak-anak kita.

Jika anak sudah mulai terlihat bosan, maka kita bisa memberikan alternatif lain dengan cara bernyanyi dan berpuisi atau permainan kata dengan intonasi. Jika anak kita telah memiliki artikulasi dalam setiap kata  mulai jelas, kita bisa melakukan berbagai permainan dengan melanjutkan kosa kata. Misalnyanya bertanya pada anak : " kata apakah yang dimulai dengan Pa...?" berikanlah ekspresi yang lucu dan membuat anak berfikir, maka anak akan terstimulasi untuk memperbanyak pembendaharaan katanya.

Sebenarnya ada banyak cara dan metode yang dapat di adopsi orang tua untuk menstimulasi anak dalam membaca, bisa disesuaikan dengan tingkat kemampuan anak saat kita memulainya. Tidak perlu buru-buru dalam menentapkan sebuah target untuk anak, lakukan saja sebahagia mungkin secara bersama, tetapkan tujuan dan berikan apresiasi untuk anak dan untuk diri kita juga sebagai orang tuanya. Selamat berjuang menciptakan generasi BAHAGIA untuk masa kini dan nanti.

Salam Ibu Profesional.

Daftar Pustaka
Prof.Dr.Hj.Samsunuwiyati Mar'at S.Psi. Psikologi Perkembangan. PT Remaja Rosdakarya. Bandung. 2015

FJ. Monks. Psikologi Perkembangan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. 2014

Sutanto Windura. Memory Champion!. PT Elex Media Komputindo. Jakarta. 2002

Comments

  1. Terima kasih artikelnya mba elsy...
    Bungsu sy usia 3 tahun. Isi artikelnya bisa jd ide buat mambaca bareng :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waahh.. Senangnya.. Semoga bermanfaat yah Bund, terimakasih sdh mampir πŸ€—

      Delete
  2. Tks mba.. artikelnya bermanfaat πŸ˜ŠπŸ‘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah.. Terimakasih ya Bund. πŸ€—

      Delete
  3. Wah, noted stimulasi menyenangkan sesuai usia. πŸ‘

    ReplyDelete
  4. Waaah pas banget nih, saya baru mulai untuk mengenalkan orlin pada susunan kata, makasih mba elsy

    ReplyDelete
  5. Sangaatt menarik mbak. Tulisannya mencerahkan sekali. Mengingatkan lagi untuk bisa mempraktekkannya dengan anak2. Trimakasih yaa ^_^

    ReplyDelete
  6. Terimakasih mbak jadi tambah semangat menstimulasi anak gemar membaca dengan bermain

    ReplyDelete
  7. Mengajarkan anak untuk bisa membaca dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan ya Mba. Dengan membacakan buku, tebakan-tebakan, mengenalkan penggalan-penggalan kata, sampai berpuisi dan bernyanyi. Terima kasih Mba sudah menuliskan tahapan-tahapan stimulasi menyenangkan untuk dipraktikkan bersama anak-anak di rumah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. InsyaAllah seperti itu mba,, terimakasih kembali sdh berkenan mampir πŸ€—

      Delete
  8. Terima kasih Mbak Elsy, tulisannya menambah pengetahuan nih bagi saya yang masih calon ibu hehe. Jadi paham bahwa stimulus sebaiknya diberikan sesuai tahapan usia buah hati.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mba Linda.. Jd terharuuuπŸ˜‚πŸ€—

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Jurnal 1: Identifikasi Masalah

(10) Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng

Jurnal 16 : Peran sebagai Speaker HCVC dan Aliran Rasa